Jepang Maniac

Hai!!Para Maniac Jepang!!Di sinilah tempat untuk melakukaann apaa....aaja....asalkan itu berhubungan dengan Jepang!!!Jadi,tunggu apalagi para maniac???!!!! Buruan gabung!!O tanoshini kudasaii!!!!Ja neeee!!!!

Sunday, November 14, 2004

Anime

Tertarik karena Komik, Ada satu kesamaan yang menarik dari para penggemar film animasi. Awalnya tertarik karena komik. Ini beberapa di antaranya.

Bayu, animator, mahasiswa

Film Bayu yang berjudul Loud Me Loud menjadi Film Favorit Pilihan Penonton dan mendapat penghargaan Kuldesak Award Kategori Special Mention pada Festival Film Video Independen yang diselenggarakan Konfiden, pertengahan Oktober lalu. Bayu, mahasiswa tahun kedua Teknik Arsitektur UGM, sudah beberapa kali membuat film animasi dari SMP sampai kuliah.

Tertarik melihat kakaknya membuat animasi kecil-kecilan, Bayu jadi tertarik membuatnya sendiri. Imajinasi awalnya dari menonton serial kartun Jepang tahun 1980-an, Voltus V. Dari hanya membuat film dengan gambar satu persatu tiap halaman di program Turbo Pascal (yang menurut dia sama sekali bukan untuk membuat animasi), sekarang Bayu menggunakan program 3dstudio max version. 4, plus adobe premiere dan soundforge. Film animasi yang pertama kali disutradarainya (bekerja sama dengan teman-teman Kasat Mata) berjudul Sekoin, untung opening acara SeYogjanya Komik Indonesia pada awal tahun 2002 di Yogyakarta. Disambung dengan Kelolodhen, di tahun yang sama pula.

Film animasi favorit Bayu adalah Shrek. Menurut dia, karakter Shrek orisinal, dubbing dan gerakan tokohnya bagus sekali. Menurut Bayu, membuat film animasi itu perlu ekstra kesabaran dan ketekunan. Biasanya kebanyakan orang enggak tahan dengan hal itu. Soal modal, sih, bisa diakali. Dalam membuat filmnya, Bayu nyaris tak bermodal karena memanfaatkan komputer kampus.

Kelik dan komunitas Kasat Mata

Komunitas ini berawal dari segerombolan anak-anak Teknik Arsitektur UGM Angkatan 1996-an yang sering membantu dosen "bikin proyek". Awalnya, dari maket Malioboro 3 Dimensi, sampai animasi 2-3 menit untuk sebuah pembukaan acara. Misalnya acara ulang tahun produk kaus Dagadu berdurasi dua menit berjudul "Jogja Run". Tahun 2002 ini, Kelik, yang bisa dibilang penjaga gawangnya Kasat Mata, sudah membuat beberapa program supaya komunitas ini lebih terorganisir. Anggota aktifnya cuma tujuh orang. Biasanya, yang non-aktif baru ikutan kalau ada animasi yang perlu dubbing-an misalnya. Rencananya, setelah bulan Puasa mereka mau mengadakan Road Show ke enam kota untuk memperkenalkan animasi. Di sela-sela pemutaran akan dibuat diskusi kecil tentang animasi. "Kita kepingin memeperkenalkan bahwa animasi itu mudah dan enggak orang barat saja yang bisa membuatnya," kata Kelik semangat.

Jessica, SMU Santa Maria, Malang, Kelas 1

Cewek mungil ini suka animasi dari kecintaannya membaca komik Jepang berjudul Candy-Candy. "Waaah, gambar tokohnya tuh cantik-cantik banget. Setelah itu enggak ada komik yang cantiknya seperti Candy-Candy. Makanya setelah ada animasinya, aku senang banget."

Semenjak melihat animasi yang cantik itu, Jessica mulai melirik animasi lain yang tidak kalah cantik. "Aku lebih suka serial animasi Jepang, seperti Sakura atau Ray Earth, yang tokohnya cewek heroik. Kalau animasi Barat aku lebih suka yang binatang, seperti Lion King, Antz, atau yang lucu-lucu seperti Monster Inc atau Toy Story. Menurut Jessica, animasi Barat lebih mementingkan keindahan gambar, kalau Jepang lebih pada cerita. Jessica sendiri ingin yang bagus gambarnya dan keren ceritanya. Kalau cuma ceritanya yang bagus, seperti Doraemon, waaah... lama-lama membosankan buatnya.

10 "Things I Like about Anime"

1. Dalam cerita anime yang khusus remaja, jika ditujukan untuk cowok biasanya fokus cerita pada persaingan dan kontes, sedangkan bila untuk cewek fokus cerita lebih pada hubungan antarmanusia.

2. Tidak seperti kartun Amerika, anime itu ada yang khusus untuk anak-anak, ada yang khusus untuk remaja, dan ada pula yang khusus untuk dewasa. Saking care-nya para kreator anime, sampai ada yang dibikin seri lanjutan untuk segmen penonton yang berbeda, contohnya Dragon Ball. Setelah Goku menginjak dewasa, maka dibikin cerita lanjutannya, Dragon Ball Z, yang ceritanya dibikin khusus untuk remaja. Karena ada yang khusus untuk remaja dan dewasa, dalam anime sering kita lihat adegan yang menjurus "17 tahun ke atas". Misalnya saja Nobita (Doraemon) yang selalu ingin ngintip Suzuka mandi.

3. Karakter tokoh dalam anime selalu tumbuh dan berkembang. Misalnya, Goku yang mulai dewasa, menikah, dan punya anak (dalam Dragon Ball Z).

4. Dalam cerita anime, sering sekali menyisipkan pesan-pesan yang menyerukan kepedulian lingkungan hidup, misalnya tentang perburuan ikan paus, perusakan alam, eksplorasi alam yang gila-gilaan, dan sebagainya.

5. Dalam cerita anime, kematian bukan hal tabu, bahkan dalam anime anak-anak sekalipun. Tidak seperti yang ditampilkan di animasi Amerika yang selalu happy ending.

6. Ekspresi yang ditampilkan anime sangat hiperbolis. Lihat saja ketika Nobita menangis atau ketika Conan kaget.

7. Anime punya tiga ciri khas ending, yaitu sang pahlawan menang, sang pahlawan mati (biasanya setelah meraih kemenangan), dan sang pahlawan menang, tetapi mengalami banyak kehilangan.

8. Bila animasi Amerika sangat superhero, misalnya mengalahkan musuh besar, maka anime sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti ke sekolah atau kerja di rumah.

9. Dalam anime, hal yang selalu dilebih-lebihkan penggembarannya ada pada rambut yang sangat panjang dan mata belo (padahal mata orang Jepang kan sipit).

10. Anime selalu memuat unsur optimisme, perjuangan, dan pengorbanan

2 Comments:

  • At 9:37 PM, Blogger lucKy said…

    bukannya komik jepang itu manga? dan komik jepang yg vulgar itu hentai? dan anime itu kartun/animasinya.. :)

    salam kenal! dozo yoroshiku!

     
  • At 3:25 AM, Blogger ::biShoun3n:: said…

    alo,knalan plz,byasany,buka ny manga tuwh lbh hentai n sadis drpd anime ny??

     

Post a Comment

<< Home

 
[ Background by www.Soup-Faerie.Com ]