Jepang Maniac

Hai!!Para Maniac Jepang!!Di sinilah tempat untuk melakukaann apaa....aaja....asalkan itu berhubungan dengan Jepang!!!Jadi,tunggu apalagi para maniac???!!!! Buruan gabung!!O tanoshini kudasaii!!!!Ja neeee!!!!

Friday, November 26, 2004

Bagaimana Orang Jepang Merayakan Tahun Baru


Sesudah Hari Natal (orang Jepang juga merayakan Natal), orang Jepang mulai melakukan persiapan untuk masa liburan Tahun Baru yakni pertama-tama dengan membersihkan rumah, memasang hiasan di depan pintu, dan membuat makanan khusus. Sementara beberapa tradisi sudah memudar, ternyata ritual dan kebiasaan Tahun Baru tetap populer, meski dalam bentuk yang lebih disederhanakan.

Yang sibuk tentu saja para ibu rumahtangga. Selain membersihkan rumah, berbelanja, mereka juga menyiapkan Osechi (berbagai macam makanan tradisional Tahun Baru). osechi biasanya disimpan dalm rantang-rantang kotak besar yang bersusun. Kotak yang teratas biasanya berisi makanan laut yang direbus/kukus. Kotak ke empat penuh dengan umbi-umbian serta sayuran bercuka. Isi setiap kotak harus berjumlah ganjil yang dianggap membawa keberuntungan.

Orang Jepang merasa belum bertahun baru bilamana belum makan osechi dan minum otoso (sake berbumbu).Makanan dan minuman tersebut dianggap menyehatkan tubuh. Kemudian adapula Zoni, yakni sop jernih, biasanya sop miso (tauco) yang berisi sayuran, ikan atau daging, serta potongan-potongan mochi.

Akhir-akhir ini makin berkurang keluarga yang masih mau bersusah payah membuat osechi sendiri di rumah karena memang merepotkan, dan lagi pula di Toserba tersedia berbagai ragam osechi yang siap di makan.

Untuk dekorasi, selain meletakkan susunan kue mochi berbentuk bundar di meja, juga dipasang pajangan hiasan jerami dan potongan kertas (shimekazari) dan kadomatsu hiasan daun pinus dan 3 potongan bambu runcing yang diikat di bagian depan jalan masuk ke rumah. Benda-benda dekorasi tersebut kini dapat dibeli dalam bentuk siap pakai.

Begitu lonceng malam di kuil didentangkan, maka orang-orang pun siap memasuki ganjitsu (hari pertama di Tahun Baru) secara agung tapi penuh kegembiraan. Ribuan orang kemudian berbondong-bondong mengunjungi kuil-kuil lokal atau kuil-kuil terkenal (dalam hal ini biasanya kuil Shinto) untuk berdoa bagi rejeki tahun yang baru dan untuk mendapat anugerah kesehatan dan kesejahteraan. Setelah terjadi acara saling kunjung antar saudara/famili dan teman. Tentu saja itu semua mengenakan busana terbaik; yang wanita pada umumnya mengenakan kimono yang indah-indah.


0 Comments:

Post a Comment

<< Home

 
[ Background by www.Soup-Faerie.Com ]