Jepang Maniac

Hai!!Para Maniac Jepang!!Di sinilah tempat untuk melakukaann apaa....aaja....asalkan itu berhubungan dengan Jepang!!!Jadi,tunggu apalagi para maniac???!!!! Buruan gabung!!O tanoshini kudasaii!!!!Ja neeee!!!!

Monday, November 22, 2004

Final Fantasy

Bagi Anda yang sudah akrab dengan lagu-lagu Final Fantasy, pasti sudah tidak asing lagi dengan artis yang satu ini. Emiko Shiratori adalah vokalis kedua dalam seri game Final Fantasy. Ia menyanyikan versi Jepang dan Inggris dari main theme Final Fantasy IX, Melodies of Life.

Shiratori mendapat kehormatan untuk membawakan "Ballad of A Rainbow and Snow" dalam Sapporo Winter Olympics tahun 1972. Dia juga membawakan lagu "Flowers For You" di Nagano Winter Olympics tahun 1998. Selain itu, Emiko Shiratori juga menyanyikan lagu untuk beberapa tema acara televisi seperti "Hotel and Moomin". Bagi para penggemar serial anime Doraemon, Anda juga akan menikmati suaranya di tema utama anime tersebut.

Emiko Shiratori diberi tugas menulis lirik lagu untuk aransemen celtic dari lagu Aeris Theme dari Final Fantasy VII yang dinyanyikan oleh vokalis Rikki untuk album Final Fantasy X Single.

Faye Wong

Faye Wong dilahirkan di kota Beijing, China, pada bulan Agustus 1969. Ia terinspirasi untuk belajar olah vokal dan pergi ke Hong Kong. Setelah sukses dengan album perdananya (waktu itu usianya 19 tahun), Faye Wong pergi ke New York untuk memperdalam studinya di bidang musik dan olah vokal. Selanjutnya, Faye Wong mencoba terjun ke dunia film. "Chungking Express" adalah salah satu film yang meraih kesuksesan karena Faye Wong ikut ambil bagian di dalamnya. Beberapa album musiknya seperti "Coming Home", "Di-dar" dan "Only Love Strangers" telah membawa Wong menjadi salah satu artis terbaik Asia.

Dalam game Final Fantasy VIII, Faye Wong menyanyikan lagu "Eyes on Me", tema utama dari gamenya yang sangat digemari, baik di Jepang sendiri atau bahkan di seluruh dunia. Faye sendiri sangat tertarik dengan Jepang, dan ia adalah salah satu artis dalam acara TV non-Jepang yang berjudul "Usokoi". Selain menyanyi, Faye Wong juga bermain dalam film "Okinawa Rendez-Vous" dan "Chinese Odyssey 2002".

Yang menjadi daya tarik vokalis yang satu ini adalah suara emas dan kemampuannya dala soal mengambil hati penggemarnya. Setelah lebih dari 40 album, Wong bahkan mengaku masih sangat ingin menyanyi dan memproduksi lebih banyak album. Semoga saja di kemudian hari, Faye Wong dapat kembali membawakan lagu dalam seri Final Fantasy.

JOANNE HOGG

Seperti yang telah kita ketahui, Yasunori Mitsuda adalah komposer musik game beraliran 'celtic'. Itu sebabnya mengapa ia memilih Joanne Hogg sebagai vokalis dalam karya-karya Xeno-series-nya. Joanne Hogg menyanyikan lagu "Small Two of Pieces", ending theme Xenogears yang sangat populer. Ia juga membawakan lagu "Pain" dan "Kokoro" di Xenosaga.

Joanne Hogg lahir di Irlandia. Sejak kecil, ia sudah hidup di lingkungan pemusik. Liburan adalah saat-saat yang sangat menyenangkan bagi Hogg. Ibunya selalu memainkan piano, sementara orang-orang bernyanyi dan membuat konser kecil. Joanne Hogg kemudian masuk universitas kedokteran dan belajar ilmu pengobatan. Namun, sebuah penyakit serius membuatnya harus meninggalkan semua itu. Beberapa waktu kemudian, ia dihubungi oleh Dave Bainbridge dan David Fitzgerald, orang-orang yang pernah membantu Hogg ketika rekaman lagunya yang pertama di studio Alpha Omega. Inilah awal terbentuknya sebuah grup band bernama IONA.

Saat ini, Joanne Hogg menjadi vokalis dan penulis lagu terkenal di IONA. IONA sendiri merupakan grup band yang membawakan lagu-lagu kristiani dan sangat populer di benua Eropa. Pada tahun 1999, Hogg merilis album solonya yang diberi judul Looking Into Light, sebuah kumpulan himne masa kecil Hogg yang inspirasinya didapat dari ayahnya.

NOBUO UEMATSU

Siapa yang tidak mengenal Nobuo Uematsu? Dialah komposer musik game yang boleh dibilang paling populer di Squaresoft, atau mungkin juga di seluruh dunia video games. Dialah yang membuat musik-musik yang kita dengar dalam seri game Final Fantasy (FF). Ia juga terlibat dalam pembuatan beberapa soundtrack game lainnya, seperti Chrono Trigger, Hanjuku Hero, Gun Hazard dan Super Mario RPG.

Gaya musiknya khas. Musik untuk character dapat kembali mengingatkan gamer pada tokoh game tanpa harus memainkan gamenya. Musik battle-nya sanggup mengguncang imajinasi siapapun yang mendengarkannya. Musik ending-nya akan membuat pengemar setianya menangis. Tak heran kalau Uematsu menjadi sangat populer di kalangan penggemarnya.

Dalam perjalanan karirnya sebagai penggubah musik Final Fantasy, Nobuo Uematsu yang lahir pada tahun 1956 ini banyak bekerja sama dengan artis dan kontributor, termasuk vokalis Squaresoft yaitu Faye Wong, Emiko Shiratori dan Rikki.

Pada tahun 1994, Uematsu merilis album solo pertamanya yang berjudul Phantasmagoria. Album ini tidak memuat musik-musik game, kecuali track terakhirnya yang merupakan aransemen ulang dari tema lagu Final Fantasy.

Soundtrack Final Fantasy 1 hingga 9, kesemuanya dibuat penuh oleh Uematsu. Saat ini, Uematsu telah bekerja sama dengan komposer lainnya, dan itu dimulainya sejak Final Fantasy 10. Beberapa komposer yang membantunya adalah Masashi Hamauzu dan Junya Nakano yang merupakan komposer Squaresoft. Pada Final Fantasy 11, ia kembali bekerja sama dengan komposer Naoshi Mizuta dan Kumi Tanioka.

Proyek terakhir Uematsu adalah remix soundtrack Final Fantasy 1 dan 2 yang diberi judul Final Fantasy 1-2 OST (untuk game FF Origin di PlayStation). Untuk me-remix musik-musik tempo dulunya itu, ia meminta bantuan Tsuyoshi Sekito (seorang remixer handal Squaresoft) dan bahkan beberapa kontributor musik, termasuk dari Indonesia.

Sebagian orang menyebutnya sebagai "John Williams"-nya musik game, sementara yang lainnya menyebutnya sebagai komposer jenius. Yang terpenting adalah, jika Nobuo Uematsu selalu berkeinginan untuk menggubah musik, maka ia akan terus membuat penggemarnya terpesona akan musik-musiknya.

R i k k i

Rikki (Ritsuki Nakano) adalah vokalis ketiga dalam seri game Final Fantasy. Dialah yang membawakan lagu "Suteki Da Ne", tema utama dari Final Fantasy X. Segera setelah lagu ini dirilis, Rikki dan Suteki Da Ne-nya langsung masuk top ten di chart Jepang. Nobuo Uematsu, sang komposer Final Fantasy sendiri mengaku tidak memilih Rikki karena unsur Asia pada game FF X, tapi karena ia ingin memasukkan unsur aliran musik Okinawa ke dalam musiknya (Uematsu sangat menyukai musik Okinawa). Setelah mendengarkan beberapa album Rikki, Nobuo Uematsu menghubungi sang vokalis dan memintanya untuk menyanyikan lagu Suteki Da Ne.

Selain Suteki Da Ne, Rikki juga membawakan lagu Pure Hearts. Ini adalah aransemen bernuansa Celtic dari lagu "Aeris Theme" (FF VII) yang liriknya ditulis oleh vokalis Final Fantasy IX, Emiko Shiratori.

YASUNORI MITSUDA

Yasunori Mitsuda lahir pada tanggal 21 Januari 1972 di Tokuyama, Jepang. Ia belajar memainkan piano ketika duduk di bangku sekolah lanjutan, tapi ia tidak pernah berlatih serius. Ketika memasuki sekolah menengah atas, Mitsuda mendapat inspirasi untuk menggubah musik. Ia terinspirasi oleh film-film seperti "Blade Runner" serta hasil karya seorang komposer bernama Henry Mancini.

Mitsuda berharap kelak dia dapat membuat musik untuk film. Akhirnya, ia memutuskan untuk bergabung dengan sebuah kuliah musik dan menerima banyak kritikan. Yasunori Mitsuda belajar dengan keras, namun usahanya untuk dapat menggubah musik film tidak juga membuahkan hasil. Karena putus asa, instruktur Mitsuda menawarinya untuk bekerja sebagai komposer musik game di Squaresoft.

Sebelum bergabung, Mitsuda diwawancarai oleh dua orang komposer terkenal Squaresoft, yaitu Nobuo Uematsu dan Kenji Ito. Akhirnya Square bersedia menyewanya sebagai komposer, tapi posisinya masih Sound Engineer. Setelah bekerja beberapa lama, Yasunori Mitsuda mengajukan permohonan kepada Hironobu Sakaguchi, yang saat itu adalah wakil presiden Squaresoft, untuk menggarap sebuah soundtrack game Squaresoft yang berjudul Chrono Trigger. Bersama Nobuo Uematsu, Mitsuda kemudian mengawali kiprahnya sebagai komposer musik game dalam Chrono Trigger (Maret, 1995).

Selanjutnya, Yasunori Mitsuda mulai membuat sendiri musik-musik OST Squaresoft dan menjadi seorang komposer musik game yang terkenal. Karya-karyanya yang sangat populer adalah Xenogears, Xenogears - Creid, Chrono Cross dan Legaia Duel Saga, dimana terdapat gaya musik "celtic" yang menjadi ciri khas komposer muda ini. Mitsuda juga merilis sebuah album berjudul "Sailing to the World" yang berisi melodi-melodi indah yang sangat memukau. Sampai saat ini, boleh dibilang kalau level Mitsuda sudah dapat disejajarkan dengan komposer game Squaresoft lainnya.

Yoko Shimomura
by Ramaditya

"Otak Piano". Itulah julukan yang paling tepat untuk Yoko Shimomura. Komposer wanita yang satu ini telah banyak terlibat dalam pembuatan soundtrack-soundtrack terkenal Squaresoft, seperti Front Mission, Kingdom Hearts, Legend of Mana, Parasite Eve, dan Super Mario RPG.

Yoko Shimomura mulai bermain piano sejak usia 5 tahun. Ia menyelesaikan pendidikan dan kuliahnya di universitas musik Osaka, jurusan Piano. Awalnya, Shimomura bercita-cita ingin menjadi seorang instruktur piano. Namun, ketika ia mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan video game dan diterima, ia tak dapat menolak kesempatan emas itu.

Dalam menggubah musik game, Yoko Shimomura bekerja sama dengan komposer musik Squaresoft lainnya. Tahun 1995, ia dan Noriko Matsueda menggarap soundtrack Front Mission. Selanjutnya, bersama Nobuo Uematsu dan Koji Kondo, Shimomura menggubah soundtrack untuk game Super Mario RPG.

1 Comments:

  • At 8:14 PM, Blogger sam said…

    minta tolong tuliskan lirik lagu Final Fantasy.. keponakan saya lagi cari-cari tapi belum ketemu, terimakasih,,

     

Post a Comment

<< Home

 
[ Background by www.Soup-Faerie.Com ]