Jepang Maniac

Hai!!Para Maniac Jepang!!Di sinilah tempat untuk melakukaann apaa....aaja....asalkan itu berhubungan dengan Jepang!!!Jadi,tunggu apalagi para maniac???!!!! Buruan gabung!!O tanoshini kudasaii!!!!Ja neeee!!!!

Monday, November 22, 2004

Kombu - Makan Rumput Laut yukkk..!!

Tentu saja di Jepang rumput laut yaitu "Kaisoo" itu makanan sehari-hari. Terutama Okinawa, konsumpsi per capita "Kombu" (Lamiaria. sejenisi Kelp) paling banyak di Jepang. Masakan Okinawa berbeda dengan propinsi lain, bagaimana Kombu dimasak di Okinawa ? Sayangnya saya belum pergi ke sana.

Kebudayaan Okinawa, propinsi yang paling selatan bercuaca sub-tropis, sangat unik. Dari abad 15 ada kerajaan yang independen. Kerajaan ini makmur oleh perdagangan dengan Tiongkok dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Namanya kerajaan Ryu^kyu^, kebudayaannya terpengaruh Tiongkok. Saya tidak sama sekali mengerti bahasa daerah Okinawa.

Propinsi Okinawa sejarahnya agak tragis. Kerajaan Ryu^kyu^ dijajahi oleh negara Satsuma (sekarang propinsi Kagoshima. Utara dari Okinawa.) pada 1609. Sejak itu Okinawa ditindas keras. Pada perang dunia kedua, tentra Amerika menyerbu mendarat Okinawa, banyak penduduknya dibunuh. Sampai 1972 Okinawa dijajahi Amerika, sesudah diintegrasi kembali dengan Jepang masih ada banyak pangkalan militer AS di Okinawa.

Walaupun sejarahnya tragis, orang Okinawa sehat dan usianya panjang. Menurut statistik, sekarang di Jepang yang usianya lebih 100 tahun ada 10 ribu lebih orang. Yang lebih 100 tahun, kebanyakannya warga Okinawa. Keunikan budaya makanan Okinawa, makan banyak dagin babi (konsumpsinya per capita paling banyak di Jepang. terpengaruhi budaya Tiongkok) dan rumput laut, "mozuku"(Nemacystus) dan "aosa" selain kombu. Budaya makan Okinawa ini berguna untuk kesehatan warga Okinawa.

Ya, kebetulan ada artikel tentang Okinawa URL di bawah. http://www.embjapan.or.id/280p11.html Bukan cuma Okinawa, rumput laut dimakan sehari-hari di seluruh Jepang. Salad rumput laut disukai oleh wanita yang ingin tubuhnya langsing. Karena rumput laut mengandung banyak vitamin dan mineral tetapi sedikit calorie.

"Nori" (Porphyra) yaitu laver, dikeringkan dan dilebarkan seperti kertas, dimakan meliputi nasi dengan "nori". "Nori" ini baik sebagai teman makan nasi. "Wakame" (Undaria) juga dipakai untuk masakan macam-macam, salad, miso-soup, "sunomono" (campuran dengan cuka) dll. Saya sendiri sering memasukan "wakame" ini dalam sup mi instan. "Tengusa" (Gelidium) yaitu Agar-agar juga sering dimakan (terutama pada musim panas) sebagai "tokoroten" dan "kanten" sepertinya cincau, tapi warnanya putih.

Budaya makanan Jepang agak berbeda Jepang barat dengan timur. Di Jepang timur, misalnya Tokyo, "tokoroten" dimakan dengan kecap asin dari kedelai ("shoyu"), cuka dan mustard, tetapi di Jepang barat, misalnya Osaka atau Kyoto, dimakan dengan gula, katanya.
Rumput laut dimakan sejak awal sejarahnya Jepang. Pada abad 8 nelayan Jepang harus mengumpul rumput laut untuk pemerintah Kaisar sebagai pajak.

Rumput laut mengandung banyak vitamin dan mineral (terutama "nori" mengandung banyak protein juga), jadi makanan penting bagi orang Jepang. Meskipun di Jepang rumput laut adalah makanan penting, di negara lain makan rumput laut itu budaya terbatas. Terutama "nori" kelihatannya seperti kertas hitam, orang asing tidak berani makan. Di Korea sering dimakan "nori", mungkin terpengaruh Jepang selama penjajahan Jepang (1910-1945). Tetapi orang Korea suka melumurkan minyak wijen ke "nori", berbeda rasanya dengan Jepang. Di Eropa, budaya makan rumput laut ditemukan dalam masyarakat nelayan di Ireland, Weles saja. Pada umumnya di Eropa rumput laut dipakai untuk pupuk atau bahan industri soda atau makanan untuk hewan, bukan untuk manusia.

Tetapi zaman dulu "kombu" diekspor ke Tiongkok. Pada zaman Edo (1603-1868), mula-mulanya Jepang ekspor banyak perak dan tembaga sehingga hampir habis. Oleh karena itu pemerintah Sho^gun mencari barang ekspor lain sebagai pengganti perak dan tembaga. Barang ekspor baru ke Tiongkok adalah produk-produk hasil laut, yaitu teripang, kerang "Awabi", sirip ikan hiu, ini semua bahan penting untuk masakan Tiongkok. Selain itu "kombu" juga barang ekspor penting. Tetapi di Tiongkok, "kombu" digunakan sebagai obat karena mengandung banyak yodium. Rumput laut mengandung banyak yodium, tentang kuantitas kandungan yodium, "kombu" adalah nomor satu antara rumput laut.

Untuk mengumpul "kombu", suku aborigine Jepang utara yaitu suku Ainu terpaksa kerja keras oleh pemerintah Sho^gun. Karena "kombu" ketemu di perairan utara. Bagi Russia juga "kombu" ini barang ekspor penting. Dari pelabuhan Vladivostok "kombu" ekspor ke Tiongkok.
Seperti tersebut di atas, bagi orang Jepang rumput laut begitu penting baik sebagai makanan maupun dari sudut bidang ekonomi.

2 Comments:

  • At 1:30 AM, Blogger bukit tinggi said…

    kalau kamu suka makanan jepang ya... ngk pa2 juga, tapi kamu harus coba juga makanan indonesia yang beraneka ragam dari tiap daerah

     
  • At 9:55 PM, Blogger kelinci said…

    Really useful article.
    Thanks

     

Post a Comment

<< Home

 
[ Background by www.Soup-Faerie.Com ]